Resmi Dilantik, Deprindo Kalteng Dukung Program 3 Juta Rumah dan Targetkan 3.000 Unit pada 2027

Resmi Dilantik, Deprindo Kalteng Dukung Program 3 Juta Rumah dan Targetkan 3.000 Unit pada 2027

PALANGKA RAYA, Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Developer Properti Indonesia (Deprindo) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 2026–2029 resmi dilantik. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) II Deprindo yang digelar di Ballroom M Bahalap Hotel, Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

Ketua DPW Deprindo Kalteng, Yemima Eka Ampung, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru berkomitmen mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. Menurutnya, sektor properti memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Seperti yang disampaikan Bapak Wakil Gubernur, kami ingin ikut menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Program ini juga kami yakini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujar Yemima kepada wartawan usai kegiatan.

Ia menjelaskan, Deprindo telah memiliki jaringan anggota yang tersebar di Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan dengan berbagai lokasi pengembangan perumahan.

Dalam kesempatan tersebut, Deprindo juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak sebagai upaya memperkuat ekosistem pengembangan sektor properti. Kerja sama dilakukan dengan Universitas Palangka Raya (UPR) untuk dukungan teknis, serta sejumlah lembaga perbankan dalam mendukung pembiayaan.

“Untuk perbankan, kami sudah menjalin kerja sama dengan Bank Kalteng, BTN, BRI, dan Bank Mandiri. Harapannya, kolaborasi ini dapat membuka akses yang lebih luas sehingga semua pihak bisa saling mendukung,” jelasnya.

Yemima mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan setelah pelantikan adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi agar seluruh pengurus memiliki visi yang sama dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Selain itu, Deprindo Kalteng juga telah membentuk Akademi Deprindo, sebuah program pengembangan kapasitas yang telah dilaksanakan pada 22 Juli 2026. Program tersebut menjadi salah satu agenda strategis organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor properti.

Baca Juga  Polresta Palangka Raya Laksanakan Pengamanan di Bandara Tjilik Riwut, 2.909 Penumpang Terlayani Aman

Menurutnya, berkembangnya sektor perumahan akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha lainnya.

“Ketika masyarakat membeli rumah, maka sektor lain seperti toko bangunan, industri furnitur, hingga jasa pendukung lainnya juga akan ikut bergerak. Dampaknya tentu akan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah dan PAD,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Deprindo, Jarot Warjito, menyampaikan bahwa Muswil II Deprindo Kalteng telah menetapkan Yemima Eka Ampung sebagai Ketua DPW Deprindo Kalteng periode 2026–2029.

Ia menegaskan, Deprindo hadir sebagai organisasi yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan sektor perumahan nasional.

“Deprindo memiliki semangat untuk membantu menyukseskan Program 3 Juta Rumah melalui kolaborasi. Itu yang menjadi pembeda kami dengan organisasi lainnya,” ujarnya.

Jarot menjelaskan, Deprindo juga memiliki Deprindo Akademi, sebuah sekolah properti yang memberikan pembekalan kepada para pelaku usaha mulai dari penguatan mental, kemampuan teknis, strategi memperoleh lahan, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga kepemimpinan.

Menurutnya, program tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga para praktisi, guna memperkuat ekosistem bisnis properti.

Ia menambahkan, sektor properti memiliki dampak ekonomi yang sangat luas karena mampu menggerakkan lebih dari 175 jenis usaha turunan.

“Ketika ekosistem properti bergerak, maka ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh. Karena itu diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Untuk Kalimantan Tengah, Deprindo menargetkan pembangunan sekitar 3.000 unit rumah pada 2027 yang akan tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Target tersebut disusun berdasarkan hasil kajian kebutuhan pasar dan kondisi backlog perumahan di daerah.

“Kami menargetkan sekitar 3.000 unit rumah pada 2027. Target ini disusun berdasarkan riset kebutuhan pasar, mengingat backlog perumahan di Kalimantan Tengah diperkirakan masih mencapai sekitar 50 ribu unit,” pungkas Jarot. (Yolla)

Bagikan

Redaksi