Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Langsung Evaluasi Taktis Karhutla Sambang Lihum: Terapkan Metode Pembalikan Tanah Gambut
SAMBANG LIHUM — Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. turun langsung memimpin evaluasi taktis penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Sambang Lihum.
Dalam diskusi tersebut, Pangdam menekankan perlunya terobosan dan efektivitas di lapangan agar kepulan asap dan bara api di bawah permukaan gambut dapat diredakan secara cepat dan tuntas. Berdasarkan hasil evaluasi, disepakati penggunaan metode pembalikan tanah gambut yang dinilai jauh lebih efektif untuk memutus titik api subterranean.
“Penanganan Karhutla harus cepat, tepat, dan solutif. Metode pembalikan tanah ini difokuskan agar sumber api di kedalaman gambut benar-benar padam sehingga asap tidak kembali membumbung,” tegas Mayjen TNI Zainul Arifin di hadapan jajaran Komando Kewilayahan.
Hadir mendampingi Pangdam dalam giat penanggulangan tersebut antara lain Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., Kasrem, serta Kasi Ops Kasrem 101/Antasari. Untuk eksekusi di lapangan, Pangdam mengerahkan sinergi prajurit dari Kodim 1006/Banjar dan Yonif TP 828/Bwm.
Menindaklanjuti instruksi Pangdam, Danrem 101/Antasari langsung mengarahkan pergeseran alat berat:
2 Unit Alat Berat (Alber) beserta para operator resmi digerakkan menuju lokasi Sambang Lihum.
Seluruh operator langsung diplot ke sektor kerja masing-masing untuk mengolah dan membalik tanah gambut secara masif.
Langkah cepat dan instruksi komando dari Pangdam XXII/Tambun Bungai ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga wilayah Kalimantan dari ancaman bencana asap.
