Sambut Ramadan, Fatayat NU Kalteng Ajak Masyarakat Perkuat Harmoni dan Bijak Bermedsos
PALANGKA RAYA – Menyongsong bulan suci Ramadan, Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Tengah mengeluarkan seruan penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Organisasi pemudi NU ini mengajak warga Bumi Tambun Bungai untuk mempererat persaudaraan sekaligus aktif menjaga ketertiban umum.
Ketua Fatayat NU Kalimantan Tengah, Hj. Saidah Suryani, S.Hut, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual ibadah personal, melainkan momentum kolektif untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing. Mari kita pastikan Ramadan tahun ini berjalan dalam suasana yang damai, nyaman, dan penuh keberkahan,” ujar Saidah.
Peran Strategis Perempuan Muda
Secara khusus, Saidah memberikan perhatian pada peran perempuan muda dan ibu-ibu usia produktif. Menurutnya, kelompok ini merupakan pilar utama dalam menciptakan suasana kondusif, dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai penyejuk. Jika suasana di rumah tenang dan penuh nilai positif, maka dampak keamanan dan kenyamanan itu akan meluas ke masyarakat,” tambahnya.
Waspada Provokasi di Media Sosial
Selain isu keamanan fisik, Fatayat NU Kalteng juga menyoroti “kericuhan” digital yang sering muncul di media sosial. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi guna menghindari gesekan akibat berita bohong (hoax).
-
Saring Sebelum Sharing: Pastikan sumber informasi valid sebelum disebarkan.
-
Hindari Resonansi Negatif: Jangan mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.
-
Jaga Lisan Digital: Gunakan media sosial untuk menyebar pesan kebaikan khas Ramadan.
Tanggung Jawab Bersama
Fatayat NU berharap sinergi antara kesadaran masyarakat dan partisipasi aktif seluruh elemen warga dapat menjaga stabilitas di Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah secara umum.
“Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Ini adalah wujud cinta kita terhadap daerah, bangsa, dan negara,” tutup Saidah dengan optimis.
